Penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan program CSR yang baik cenderung memiliki ETR yang lebih rendah dan IKK yang lebih tinggi. Hal ini dapat dipahami karena karyawan merasa bangga bekerja di perusahaan yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat. Mereka juga lebih termotivasi untuk memberikan kontribusi terbaiknya bagi perusahaan.
Apa Itu Employee Turnover Rate?
Employee Turnover adalah proses perputaran keluar dan masuknya karyawan dalam suatu perusahaan secara sukarela atau tidak. Untuk mengukurnya, dikenal dengan istilah employee turnover rate (ETR), artinya jumlah karyawan yang meninggalkan perusahaan karena resign atau pemecatan dalam kurun waktu tertentu, biasanya satu tahun. Turnover yang tinggi pada suatu perusahaan dapat berdampak pada ROI Pemasaran yang berkurang, Kualitas Produk atau Jasa Berkurang, serta semangat yang menurun. Adapun Faktor yang menyebabkan Turnover yang tinggi di Perusahaan dapat dari Individu, Kondisi Perusahaan itu sendiri, maupun aspek lokasi yang kemungkinan cukup menguras tenaga dalam perjalanan dari dan kembali tempat tinggal. Adapun strategi secara umum untuk menurunkan tingkat Turnover di suatu perusahaan dapat diawali dengan selektif memilih karyawan, tawarkan gaji dan tunjangan yang kompetitif, janjikan jenjang karir, serta berikan apresiasi pada karyawan.
Selain ETR, alat ukur dampak CSR ke internal perusahaan adalah adalah Indeks Kepuasan Karyawan (IKK).
Indeks Kepuasan Karyawan (IKK) adalah sebuah metrik yang digunakan untuk mengukur tingkat kebahagiaan dan kepuasan karyawan dalam bekerja. IKK yang tinggi menunjukkan bahwa karyawan merasa senang dan puas dengan pekerjaannya, sedangkan IKK yang rendah menunjukkan adanya ketidaksenangan dan ketidakpuasan.
Manfaat IKK:
- Meningkatkan retensi karyawan: Karyawan yang puas dengan pekerjaannya cenderung lebih lama bekerja di perusahaan.
- Meningkatkan produktivitas: Karyawan yang bahagia dan termotivasi akan bekerja lebih keras dan menghasilkan output yang lebih baik.
- Meningkatkan citra perusahaan: Perusahaan dengan IKK yang tinggi akan memiliki citra yang positif di mata calon karyawan dan masyarakat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi IKK:
- Gaji dan tunjangan: Karyawan ingin dihargai atas kontribusinya dengan gaji dan tunjangan yang kompetitif.
- Lingkungan kerja: Lingkungan kerja yang positif dan kondusif dapat meningkatkan kepuasan karyawan.
- Peluang pengembangan diri: Karyawan ingin memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang dalam karirnya.
- Hubungan dengan atasan dan rekan kerja: Hubungan yang baik dengan atasan dan rekan kerja dapat meningkatkan kebahagiaan karyawan.
Cara mengukur IKK:
- Survei: Cara yang paling umum untuk mengukur IKK adalah dengan melakukan survei kepada karyawan.
- Wawancara: Wawancara dengan karyawan dapat memberikan informasi yang lebih mendalam tentang tingkat kepuasan mereka.
- Analisis data: Data tentang absensi, turnover, dan kinerja karyawan dapat digunakan untuk mengukur IKK.
Meningkatkan IKK:
- Menyediakan gaji dan tunjangan yang kompetitif.
- Menciptakan lingkungan kerja yang positif dan kondusif.
- Memberikan kesempatan untuk pengembangan diri.
- Membangun hubungan yang baik dengan atasan dan rekan kerja.
IKK adalah alat yang penting untuk mengukur tingkat kepuasan karyawan. Dengan mengetahui IKK, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkannya, sehingga dapat meningkatkan retensi karyawan, produktivitas, dan citra perusahaan.
Setelah penjabaran mengenai ETR dan juga IKK di atas, dapat disimpulkan bahwa hubungan antara ETR dan IKK adalah berbanding terbalik. Artinya, semakin tinggi ETR maka dapat dipastikan semakin rendah IKK, begitu juga sebaliknya. Penggunaan alat ukur dampak dari program CSR harus mencakup semua dimensi, baik eksternal perusahaan (komunitas, stakeholder, dsb) maupun internal perusahaan (karyawan). (red02)

