Limbah Jadi Berkah: Minyak Jelantah Disulap Jadi Lilin Aromaterapi Bernilai Tinggi

BOGOR, Socialimpact.ID – Sampah bukan lagi sekadar masalah, tapi kini bisa menjadi peluang emas bagi masyarakat. Melalui program Yok Kita GAS (Gerakan Atasi Sampah) yang digagas oleh BRI Peduli bersama Socialimpact.ID, minyak jelantah yang kerap dianggap limbah berbahaya berhasil diolah menjadi lilin aromaterapi bernilai tinggi.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini hadir untuk mengajak masyarakat lebih peduli, kreatif, sekaligus mandiri dalam mengelola sampah rumah tangga. Salah satu aksi nyata terlihat di Bank Sampah Azalea, Bogor, tempat berlangsungnya pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi produk ramah lingkungan dan bernilai jual.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi masyarakat agar melihat limbah bukan sebagai beban, melainkan sebagai peluang usaha yang berkelanjutan,” ungkap penyelenggara.

Dari Minyak Jelantah ke Lilin Wangi

Sebelum praktik, peserta mendapatkan materi dari Sonya, Founder Senja.ZW, yang berbagi pengalaman sebagai pelaku UMKM di bidang pengolahan limbah. Ia menekankan bahwa lilin aromaterapi bukan hanya produk ramah lingkungan, tetapi juga punya potensi pasar menjanjikan seiring meningkatnya tren gaya hidup hijau (eco-living).

Dengan bimbingan langsung, peserta berhasil mengolah bahan sederhana menjadi 17 lilin aromaterapi beraroma mint dan serai. Semangat dan antusiasme semakin terasa saat hasil tes menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai ekonomi sirkular dan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Kontribusi pada SDGs

Program ini tak hanya berdampak lokal, tetapi juga mendukung target global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

  • SDG 11: Sustainable Cities and Communities
  • SDG 12: Responsible Consumption and Production
  • SDG 13: Climate Action

Dengan mengubah limbah menjadi peluang usaha, pelatihan ini mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri, berdaya, dan ramah lingkungan.

 

Harapan untuk Ke Depan

Lebih dari sekadar menjaga kelestarian alam, inisiatif ini membuka ruang baru bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Produk lilin aromaterapi dari minyak jelantah diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk mengembangkan usaha serupa, menciptakan nilai tambah, sekaligus mengurangi jejak karbon.

Insights

More Related Articles

Tidak Semua Program Pemberdayaan Dapat Disebut Creating Shared Value

ISTILAH Creating Shared Value atau CSV semakin sering digunakan dalam pembahasan tanggung jawab sosial perusahaan. Berbagai program, mulai dari pelatihan

Lingkungan, Masyarakat dan Bisnis Merupakan Sebuah Sistem yang Tidak Terpisahkan

Ditulis oleh: Dr. Rio Zakarias Widyandaru – Founder and Director Socialimpact.ID Minggu lalu pesawat yang saya tumpangi berputar-putar di atas

Exit Strategy Dimulai Hari Pertama, Bukan Hari Terakhir

Tuntutan terhadap program CSR dan ESG di Indonesia semakin serius. Sejak diterbitkannya POJK Nomor 51 Tahun 2017 tentang keuangan berkelanjutan,