BRI Resmikan “Yok Kita GAS” di Yogyakarta: Gerakan Bersih, Sehat, dan Berdaya untuk Masa Depan Berkelanjutan

YOGYAKARTA, Socialimpact.ID – Pasar tradisional kini punya wajah baru menuju masa depan yang lebih bersih dan sehat. Kolaborasi strategis antara BRI dan Socialimpact.ID resmi meluncurkan BRI Peduli: Yok Kita GAS (Gerakan Kelola Sampah) di Pasar Prambanan, Yogyakarta. Kick-off yang berlangsung meriah ini berhasil menghadirkan semangat perubahan dengan melibatkan langsung pedagang, masyarakat, dinas terkait, aparat, hingga media.

Tak kurang dari 243 peserta hadir aktif dalam kegiatan perdana tersebut, menandai besarnya antusiasme dan kesadaran bahwa pengelolaan sampah bukan hanya urusan kebersihan, melainkan juga peluang ekonomi dan kesejahteraan sosial.

 

Edukasi, Aksi Sosial, hingga Gotong Royong

Yok Kita GAS tidak sekadar berhenti pada sosialisasi. Kick-off di Pasar Prambanan dipenuhi aktivitas interaktif seperti games edukatif, pembagian fasilitas kebersihan, hingga aksi sosial membersihkan lingkungan bersama-sama. Semua rangkaian kegiatan ini dirancang agar masyarakat pasar dapat merasakan langsung manfaat dari gerakan keberlanjutan.

Menurut penyelenggara, tujuan utama dari gerakan ini adalah mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah—dari masalah menjadi sumber daya. Dengan pendekatan ini, BRI bersama Socialimpact.ID mendorong terciptanya pasar tradisional yang bersih, sehat, sekaligus berdaya.

 

Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Program Yok Kita GAS juga menjadi bukti nyata kontribusi sektor perbankan dan mitra sosial dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin lingkungan berkelanjutan, kesehatan masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

 

Perjalanan Baru Menuju Keberlanjutan

Kick-off ini hanyalah awal. Dalam beberapa bulan ke depan, Yok Kita GAS akan bergerak lebih luas menjangkau berbagai pasar di daerah lain, menghadirkan inovasi keberlanjutan melalui kolaborasi multipihak.

Dengan tagline “Gerakan Bersih, Sehat, dan Berdaya”, inisiatif ini diharapkan mampu menjadi gerakan sosial yang mengakar di masyarakat, menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ikatan sosial.

Insights

More Related Articles

Tidak Semua Program Pemberdayaan Dapat Disebut Creating Shared Value

ISTILAH Creating Shared Value atau CSV semakin sering digunakan dalam pembahasan tanggung jawab sosial perusahaan. Berbagai program, mulai dari pelatihan

Lingkungan, Masyarakat dan Bisnis Merupakan Sebuah Sistem yang Tidak Terpisahkan

Ditulis oleh: Dr. Rio Zakarias Widyandaru – Founder and Director Socialimpact.ID Minggu lalu pesawat yang saya tumpangi berputar-putar di atas

Exit Strategy Dimulai Hari Pertama, Bukan Hari Terakhir

Tuntutan terhadap program CSR dan ESG di Indonesia semakin serius. Sejak diterbitkannya POJK Nomor 51 Tahun 2017 tentang keuangan berkelanjutan,