SURABAYA, Socialimpact.ID – Sampah plastik kini tak lagi sekadar jadi masalah lingkungan. Lewat inovasi ecobrick, sampah justru mampu diubah menjadi solusi nyata yang bermanfaat. Inilah yang terlihat dalam Pelatihan Pembuatan Produk Ecobrick yang digelar di Bank Sampah Bunakem, Surabaya, Selasa (29/7).
Kegiatan yang diinisiasi melalui program BRI Peduli: Yok Kita GAS ini menghadirkan semangat baru dalam pengelolaan sampah. Sebanyak 22 nasabah Bank Sampah Bunakem bersama 2 perwakilan Kelurahan Kedung Baruk ikut aktif belajar mengubah sampah plastik menjadi produk bernilai guna.
Tak hanya teori, peserta juga langsung praktik membuat kursi dan meja berbahan ecobrick—membuktikan bahwa limbah plastik bisa disulap menjadi perabot yang fungsional bahkan bernilai jual.
Kolaborasi ini melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Socialimpact.ID, dan Yayasan Bina Bhakti Lingkungan sebagai pendamping. Tujuannya bukan sekadar edukasi, tetapi juga menginspirasi lebih banyak masyarakat agar bijak mengelola sampah sekaligus berkontribusi pada lingkungan berkelanjutan.
“Pelatihan ini menunjukkan bahwa sampah bukan masalah, melainkan peluang. Ketika masyarakat bergerak bersama, maka lahir solusi yang berdampak langsung bagi lingkungan dan ekonomi warga,” terang Rafi Setya, CID Officer Socialimpact.ID dalam kegiatan tersebut.
Pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas pihak adalah kunci dalam memperkuat kesadaran masyarakat soal pengelolaan sampah. Dengan dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), langkah kecil ini bisa berkembang menjadi gerakan besar yang mengubah cara pandang terhadap sampah di Indonesia.
Saatnya ambil peran! Jadikan sampah sebagai sumber solusi melalui program TJSL Anda. Mari berdiskusi dan berkolaborasi untuk wujudkan perubahan berkelanjutan.

